Evidence Request & Review Coordination Policy

Audit Policy Hosch.id

Kebijakan operasional untuk menangani permintaan dokumen, bukti layanan, dan informasi teknis ketika pelanggan, auditor yang ditunjuk, atau pihak berwenang melakukan pemeriksaan. Hosch.id menyediakan informasi faktual dalam ruang lingkupnya, bukan opini audit independen atau sertifikasi.

Status: Aktif Diperbarui 15 Oktober 2026 Verifikasi kewenangan Minimasi informasi Bukan independent assurance
Hosch.id bukan auditor independenTidak menerbitkan opini audit independen atas layanannya sendiri.
Bukan badan sertifikasiDokumen ini tidak menyatakan sertifikasi ISO, compliance seal, atau assurance formal.
Bukti sesuai scopeInformasi diberikan sejauh tersedia, relevan, aman, dan berada dalam kewenangan Hosch.id.
Kesimpulan milik pemeriksaOpini, temuan formal, dan kesimpulan audit tetap menjadi kewenangan auditor/pihak pemeriksa.
Makna istilah "audit" pada halaman ini: kerangka koordinasi ketika ada permintaan pemeriksaan atas layanan Hosch.id. Istilah ini tidak berarti Hosch.id bertindak sebagai auditor eksternal, lembaga audit, badan sertifikasi, penilai kepatuhan independen, atau penerbit assurance atas dirinya sendiri.
Positioning

1. Posisi Dokumen Ini

Audit Policy menjelaskan bagaimana Hosch.id merespons permintaan pemeriksaan atas administrasi, dokumentasi, konfigurasi, atau pelaksanaan layanan yang berada dalam ruang lingkupnya.

Tujuannya adalah membuat proses verifikasi tertib dan dapat ditelusuri, sambil mencegah pengungkapan akses, Data Pribadi, kredensial, informasi pelanggan lain, atau detail teknis yang tidak relevan.

Bukan standar audit sekolah/madrasah. Kebijakan ini tidak menggantikan prosedur resmi auditor, regulator, kementerian, pemerintah daerah, lembaga sertifikasi, atau pihak berwenang lainnya.
Purpose

2. Tujuan Kebijakan

Kebijakan berfungsi sebagai protokol permintaan bukti, bukan metodologi untuk mengeluarkan opini audit.

  • menjelaskan mekanisme permintaan bukti atau informasi terkait layanan Hosch.id;
  • membantu pelanggan menyiapkan dokumentasi layanan yang relevan;
  • memverifikasi kewenangan dan tujuan permintaan sebelum informasi sensitif dibagikan;
  • membatasi pengungkapan berdasarkan prinsip kebutuhan minimum dan relevansi;
  • memisahkan dokumentasi Hosch.id dari data/dokumen internal milik pelanggan;
  • menentukan jalur koordinasi bila bukti berada pada penyedia pihak ketiga.
Review scope

3. Ruang Lingkup Pemeriksaan

Jenis bukti yang tersedia bergantung pada layanan, periode, catatan yang memang ada, kewenangan pemohon, serta batas keamanan dan hukum.

Administrasi

Dokumen layanan

Pesanan, invoice, periode layanan, paket, atau dokumen transaksi yang memang berada dalam dokumentasi Hosch.id.

Technical

Informasi teknis terbatas

Konfigurasi, status, atau dokumentasi non-rahasia yang relevan dan aman untuk dibagikan.

Operations

Bukti pelaksanaan

Catatan pendampingan, perubahan, migrasi, insiden, atau dukungan bila tersedia dan relevan.

Governance

Kebijakan publik

SLA, keamanan, PDP, retensi, syarat layanan, atau dokumen governance lain yang berlaku untuk konteks pemeriksaan.

Authorization

4. Pemohon, Kewenangan & Verifikasi

Hosch.id dapat meminta verifikasi sebelum informasi sensitif atau bukti nonpublik diberikan.

Contoh pemohon dan verifikasi yang dapat diperlukan
Pemohon Verifikasi Batas umum Koordinasi
PelangganIdentitas PIC, layanan, periode, dan tujuan permintaan.Hanya informasi yang relevan dengan layanan pelanggan tersebut.Melalui kanal bantuan/resmi.
Auditor eksternalPenunjukan atau otorisasi dari pelanggan dapat diminta.Tidak otomatis memperoleh akses langsung ke sistem.Hosch.id dapat berkoordinasi dengan pelanggan sebelum pengungkapan.
Pihak berwenangDasar kewenangan dan prosedur permintaan yang berlaku.Pengungkapan dibatasi sesuai kewajiban yang sah.Dapat melibatkan proses hukum/administratif yang relevan.
Pihak lainKewenangan harus dibuktikan secara memadai.Permintaan dapat ditolak atau dipersempit bila kewenangan tidak jelas.Diarahkan melalui pelanggan bila diperlukan.
Evidence

5. Dokumen & Bukti yang Dapat Disediakan

Ketersediaan bukti tidak dijamin seragam untuk setiap pelanggan, periode, atau jenis layanan.

  • invoice atau bukti transaksi yang memang berada dalam dokumentasi Hosch.id;
  • ringkasan paket, scope, atau periode layanan;
  • dokumentasi teknis non-rahasia yang relevan;
  • catatan pendampingan, komunikasi layanan, atau change record bila tersedia;
  • bukti status atau konfigurasi tertentu yang aman untuk dibagikan;
  • kebijakan publik Hosch.id yang terkait dengan objek pemeriksaan.
Bukti diberikan berdasarkan catatan yang benar-benar tersedia. Hosch.id tidak membuat, memundurkan tanggal, merekonstruksi secara fiktif, atau menyatakan keberadaan dokumen yang sebenarnya tidak pernah dibuat.
Boundaries

6. Batasan Akses & Pemeriksaan

Permintaan pemeriksaan tidak sama dengan pemberian akses administratif penuh.

Dapat dikoordinasikan

Review berbasis bukti

  • dokumen layanan yang relevan;
  • ringkasan konfigurasi yang aman;
  • bukti perubahan/dukungan yang tersedia;
  • klarifikasi faktual atas komponen dalam scope Hosch.id;
  • koordinasi dengan provider bila bukti berada pada pihak ketiga.
Tidak otomatis diberikan

Akses atau tindakan sensitif

  • password, token, secret, private key, atau kredensial;
  • data pelanggan lain atau Data Pribadi yang tidak diperlukan;
  • akses langsung ke server, panel, akun admin, atau sistem internal;
  • source code atau detail sensitif yang tidak relevan;
  • penetration testing atau vulnerability scanning tanpa scope dan persetujuan tertulis.
Pemeriksaan dokumen bukan security testing. Penetration testing, active scanning, exploitation, atau pengujian yang berpotensi mengganggu sistem harus memiliki otorisasi dan ruang lingkup tersendiri.
Confidentiality

7. Kerahasiaan, Data Pribadi & Minimasi Informasi

Bukti dibagikan berdasarkan kebutuhan minimum yang relevan dengan tujuan pemeriksaan.

Hosch.id dapat menyamarkan, meredaksi, memotong, atau menolak bagian tertentu apabila berisi kredensial, Data Pribadi yang tidak diperlukan, informasi pelanggan lain, rahasia keamanan, atau detail yang secara wajar meningkatkan risiko.

Jika pemeriksaan memerlukan Data Pribadi, pengungkapan mengikuti peran para pihak, tujuan pemrosesan, dasar yang sesuai, dan kebijakan pelindungan data yang berlaku.

Workflow

8. Prosedur Koordinasi Pemeriksaan

Permintaan yang jelas mempercepat proses dan mengurangi pengungkapan informasi yang tidak diperlukan.

01Permintaan

Sampaikan tujuan, layanan, periode, dan bukti yang dibutuhkan.

02Verifikasi

Identitas, kewenangan, scope, dan sensitivitas dinilai.

03Inventaris Bukti

Hosch.id mengidentifikasi catatan yang tersedia dan relevan.

04Redaksi & Penyampaian

Informasi disiapkan dengan minimasi data dan kanal yang sesuai.

05Tindak Lanjut

Klarifikasi atau perbaikan dicatat bila memang diperlukan.

Permintaan kompleks, volume data besar, pekerjaan teknis tambahan, atau koordinasi pihak ketiga dapat membutuhkan waktu dan scope terpisah.

Outputs

9. Hasil, Temuan & Tindak Lanjut

Perbedaan paling penting adalah antara informasi faktual yang dapat diberikan Hosch.id dan opini audit yang hanya boleh dikeluarkan pihak pemeriksa yang independen/berwenang.

Hosch.id dapat memberikan

Informasi faktual

Dokumen, data operasional, klarifikasi konfigurasi, kronologi tindakan, bukti layanan, atau tindak lanjut pada bagian yang berada dalam scope Hosch.id.

Bukan keluaran Hosch.id

Opini audit independen

Kesimpulan kepatuhan, assurance, certification opinion, audit opinion, atau keputusan administratif tetap menjadi kewenangan auditor, lembaga sertifikasi, regulator, atau pihak pemeriksa yang berwenang.

Jika pemeriksaan menemukan masalah pada bagian yang berada dalam kendali Hosch.id, tindak lanjut diprioritaskan berdasarkan dampak, risiko, feasibility teknis, dan ruang lingkup layanan. Tidak semua temuan otomatis menghasilkan perubahan tertentu atau tenggat penyelesaian yang sama.

Third party evidence

10. Sistem & Penyedia Pihak Ketiga

Layanan dapat bergantung pada Registry/Registrar domain, data center, hosting, jaringan, aplikasi, dan platform yang bukan dimiliki Hosch.id.

Hosch.id hanya dapat menyediakan informasi yang berada dalam dokumentasi, akses, atau kewenangannya. Jika bukti tertentu hanya dimiliki pihak ketiga, ketersediaan, format, waktu, dan proses permintaannya mengikuti kebijakan penyedia tersebut.

Lihat responsibility boundary Hosch.id.

Policy lifecycle

11. Perubahan Kebijakan

Kebijakan dapat diperbarui mengikuti perubahan layanan, risiko, praktik operasional, atau ketentuan yang relevan.

Versi terbaru dipublikasikan pada halaman ini. Perubahan material diupayakan dikomunikasikan melalui kanal yang wajar sesuai konteks layanan.

Request channel

12. Permintaan Pemeriksaan & Penutup

Gunakan kanal Bantuan Admin untuk menyampaikan permintaan pemeriksaan atau bukti layanan.

Informasi yang sebaiknya disertakan

Identitas pemohon, institusi, layanan yang diperiksa, periode, tujuan pemeriksaan, daftar dokumen/bukti yang diminta, dasar kewenangan bila relevan, dan tenggat yang diharapkan. Jangan mengirim password, OTP, token, private key, atau kredensial sensitif.

Ajukan melalui Bantuan Admin.